BERPETUALANG KE NEGERI JIRAN MALAYSIA

08.42.00 Shellvy Lukito 0 Comments




Hai kawan-kawan bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam lindungan-Nya, hari ini Sabtu, 26 November 2016. Shellvy mau sharing nih tentang momen terbesar yang membuat hidup Shellvy lebih berwarna di bulan November, bulan kelahiran shellvy yang telah mengukir sejarah hingga kini usia Shellvy menginjak ke 22. Haru, sedih, bangga atas semua yang Allah skenariokan.
Oke pertama, mau curhat dulu nih…di detik-detik menjelang akhir tahun ini, ada rasa agak sedikit sedih, karena ketika melihat pencapaian di time schedule selama satu tahun prosentase pencapaian tahun ini lebih buruk dari tahun kemarin. Setelah Shellvy hitung tahun ini hanya tercapai sekitar 34%, sedangkan tahun lalu itu tercapai hingga 54%. Namun apakah Shellvy diam dan terpaku begitu saja? Tidak! Shellvy terus berusaha agar apa yang sudah ditargetkan ditahun ini bisa tercapai.
Allah maha baik ! percaya atau tidak Shellvy menuliskan hal yang dianggap impossible di poin ketiga “Shellvy ingin ke luar negri yang kedua kalinya, entah untuk travelling atau international conferece” dan dengan kuasa Allah, Dia memberikan jalanNya dengan memberikan surat cinta melalui email pada tanggal 4 November 2016 melalui Muhammad Shakir salah satu commite di Centre Research and Training(CERT) Malaysia dalam acara Kuala Lumpur Islamic Finance Forum(KLIFF) 2016. He gives me complimentary pass as delegation from Indonesia dengan tiga teman Shellvy yang tak kalah hebat. Mereka adalah Rodiah Fika Fardilla dan Rizky Putra Utama dari kampus yang sama dengan Shellvy yaitu STEI SEBI, kemudian satu orang lagi berasal dari STEI TAZKIA, Tiara Maharni.
Alhamdulillah, Allah lagi-lagi memudahkan Shellvy dan teman-teman untuk pertemuan di Indonesia, berdiskusi singkat melalu grup WhatsApp, materi yang disampaikan oleh para pakar kelas Internasional pun sangat terkait dengan jurusan kami yaitu ekonomi syariah, sehingga dengan bangga dan penuh kobaran semangat kita berjuang untuk sampai ke negri Jiran Malaysia. Kami mempersiapkan mulai dari booking tiket pesawat, penginapan, dan estimasi anggaran selama disana.
Setelah kami booking tiket pesawat, selanjutnya kami booking penginapan melalui salah satu web travelling. Dan ternyata harga yang ditawarkan cukup terjangkau ditambah dengan discount yang diberikan, sehingga untuk menginap selama tiga hari, dua kamar kami berempat hanya membutuhkan dana 70.833/malam. Tempat yang cukup nyaman, bersih dan plus dapet sarapan lagi. Hotel ini terletak dijalan Imbi, dekat dengan daerah Hotel Istana , Raja Chulan, tempat kami mengikuti acara international conference KLIFF 2016. Tempat penginapan kami pun dekat dengan Kuala Lumpur City Center (KLCC) dan pavilion. Sehingga kami cukup jalan kaki untuk ke menara upin-ipin atau Petronas tower, oiya for your info, di Petronas tower setiap jam 8an malam ada pertunjukkan air yang menari-menari dengan diiringi musik.
Kemudian sebelum acara berlangsung keesokan harinya, kami menyusuri tempat-tempat wisata seperti masjid Jame’, dataran merdeka atau kalau di Indonesia kayak kota tua Jakarta. Tapi karena Malaysia jajahannya Inggris, sehingga arsitekturnya pun arsitektur buatan Inggris, sangat cantik dan mempesona, dengan tiang-tiang tinggi yang berdiri kokoh, dengan hiasan di setiap sudut bangunan, membuat kami terkesima. Oiya kalau teman-teman mau ke dataran merdeka bisa pake Go-KL bus gratis yang disediakan pemerintah Malaysia atau bisa juga naik rapidKL bayarnya  Cuma 1 RM.
Berbicara transportasi di Malaysia, jika kita bandingkan dengan Indonesia memang jauh lebih baik, transportasi di Malaysia sangat mendukung untuk kemajuan sektor pariwisata karena akses yang mudah dan nyaman. Disana ada beberapa alternative pilihan diantaranya bus, monorail, LRT , taksi, uber atau grab juga ada disana, kalo di Malaysia transportasi umum tidak pernah sepadat ketika rush hour di Indonesia.
Harga makanan disana cukup terjangkau, sekali makan, misalnya makan nasi lemak atau kalau di Indonesia nasi uduk, dengan lauk telur, ikan asin, sambal dan lalapan itu Cuma 5 RM plus dengan es teh tarik. Kalo di konversiin sekitar 15 ribuan lah sekali makan hehe. Kebanyakn para pelayan dan pekerja di Malaysia berasal dari Bangladesh, Pakistan, India, dan Indonesia. Kalau orang chinese di Indonesia mayoritas menguasai pasar, justru di Malaysia sebagian orang chinesenya setara dengan rakyat biasa, ada yang jadi sopir taksi, pelayan toko, kuli dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, Indonesia masih sangat banyak PR untuk kedepannya. Walaupun lebih indah rumput tetangga, tetapi tetap nyaman di rumput sendiri. So, buat kamu yang mau travelling ke Malaysia, bisa prepare dari sekarang biar ketika disana perjalanan teman-teman nyaman dan menyenangkann . Dan satu pesan Shellvy ketika kamu memiliki mimpi untuk suatu capaian tertentu, terus berusahalah sekuat tenaga untuk mencapainya, jika tidak tercapai pada saat ini, berarti Allah akan memberikan waktu yang tepat dikemudian hari, tak usah berkecil hati, tetap semangat dan pantang menyerah. ALLAHUAKBARRR !!!
Salam hangat dan penuh inspirasi dari queenshellvy  :) 






0 komentar: