FENOMENA “NIKAH MUDA” DI STEI SEBI

05.05.00 Shellvy Lukito 2 Comments





Ditengah sibuknya demam skripsi yang sedang melanda mahasiswa tingkat akhir seperti saya, sungguh sangat terkejut ketika mendengar berita bahagia yang datang dari kampus saya tercinta, STEI SEBI yaitu kampus yang selain didalamnya para pejuang dan calon pakar ekonomi syariah, kampus SEBI juga menjadi salah satu pelopor nikah muda.
Ceritanya berawal dari  berita menikahnya dua insan yang cantik dan tampan dengan cerita yang cukup unik yaitu gara-gara “Jas Hujan”.  Ceritanya berawal dari sang gadis yang terjebak hujan dan meminta tolong kepada teman-temannya dengan meminta tolong melalui grup whatsapp kelas, namun tak ada satupun yang merespon permintaan tolong sang gadis ini. kecuali seorang laki-laki yang baik hati ini, yang nantinya akan menjadi calon suaminya . Singkat cerita sebenarnya laki-laki ini hanya berniat sekedar membantu, namun setelah ada kejadian yang cukup unik yaitu ketika sang laki-laki ini akan mengantarkan jas hujan ke gadis ini melalui ojek online, ternyata terjadi suatu kejadian yang tidak terduga yaitu paket yang berupa jas hujan ini dihilangkan oleh kelalaian sang driver. Sehingga akhirnya kejadian ini membuat mereka lebih intens melakukan chatting tapi tetap saling menjaga perasaan.
Alhasil, setelah kejadian singkat itu mereka sering chatting dalam keseharian mereka. Kemudian timbullah rasa diantara dua insan ini. teman si gadis, sebut saja “mawar” mengingatkan kepada gadis cantik ini agar tidak sering chatting dengan laki-laki ini, karena agar menjaga hijab. Akhirnya si gadis ini pun, pelan-pelan menerima saran sang teman untuk tidak melakukan chatting lagi dengan sang laki-laki tersebut.
Namun disisi lain yang membuat saya terenyuh adalah, tidak hanya si gadis, namun sang laki-laki telah lebih dulu menegaskan hubungan mereka bahwa, intinya “tinggalkan atau halalkan?”.  Jleb banget !. pasca penegasan dari keduanya, mereka pun sudah jarang melakukan chatting, karena khawatir terjadi fitnah. Tetapi cerita ini tak berhenti sampai disitu, karena ternyata sang laki-laki melakukan suatu hal yang mengejutkan. Yaitu datang melamar kerumah si wanita, di Sukabumi dengan ditemani kedua orang tuanya. Dengan tangan terbuka, orang tua si gadis menyambut niat baik laki-laki yang notabene seorang hafidzh ini untuk melamar putrinya. Tangan bersambut, orang tua si gadis ini menyetujui, dan yang paling mengejutkan orang tua si gadis menantang langsung untuk melakukan akad pada hari itu juga tanpa embel-embel ini itu yang menyulitkan sang laki-laki, orang tua si gadis mengatakan bahwa “tidak perlu mahar yang aneh-aneh, kamu punya satu ribu pun tidak apa-apa, asalkan kamu komitmen dengan anak saya” ujar orang tua si gadis terhadap laki-laki ini. Akhirnya setelah melalui proses lamaran dipagi hari, mereka melakukan prosesi adat terlebih dahulu sebelum melakukan akad. Kurang lebih setelah ashar barulah dilangsungkan akad, Alhamdulillah dengan mahar surat “Ar-rahman” di waktu maghrib mereka sudah halal. Allahu akbarrr!!! Merinding dengernya.
And than , sah, Alhamdulillah mereka sekarang sudah sah menjadi pasutri perdana mahasiswa sebi yang menikah di semester 1. Mereka adalah Riska dan Riski yang saat ini duduk dikelas MBSD, mahasiswa semester 1 STEI SEBI angkatan 2016.
Berdasarkan sumber yang saya dapat langsung dari pasutri muda ini, mereka menyarankan bahwa tak perlu takut untuk nikah muda, karena dengan menikah itu berarti telah menyempurnakan separuh agamanya, Allah juga telah menjelaskan dalam kutipan Al qur’an dalam surat Al-furqon, yang kurang lebih isinya seperti ini “Jika kita dalam keadaan fakir maka Allah akan memperkaya kita dengan caraNya sendiri”, Allah sudah menjanjikan kemudahan bagi kita yang berniat melakukan sesuatu memang karena Allah semata. Namun perlu kita bold disini, lakukan semua ini karena Allah, karena kalau melakukannya karena ikut-ikutan maka tidak akan berkah
Namun perlu kita renungi disini, ini adalah momen yang langka di kampus saya tercinta. Bahkan bisa dibilang ini adalah perdana. Dimana membuat hampir semua para jomblo dibuat iri olehnya. tapi ingat para jojoba (jomblo-jomblo bahagia) ! kita memiliki skenario Allah yang berbeda-beda. Jadi jangan baper dan tetap semangat ya ! tetap fokus dengan apa yang dicita-citakan. bagi yang sekarang belum menemukan jodohnya (cieee masih sendiri…) tetap bersabar karena menurut Tatang Sunarya, “tidak ada nikah muda atau nikah tua”. Karena menikah itu seperti ajal, tidak bisa disegerakan atau diperlambat. Nah kalo ditanya “Kapan nikah?” lapor aja ke polisi dengan tuduhan pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan. Hehe
Sekian, terimakasih
Keep spirit and never give up !
@queenshellvy


2 komentar:

  1. Balasan
    1. betul ukh saya pun hanya bisa tergugu setelah selesai menulis tulisan ini

      Hapus